Sabtu, 10 Maret 2012

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan Pembelajaran 
1. Pengertian Pendekatan 
Istilah pendekatan berasal dari bahasa Inggris approach yang memiliki beberapa arti di antaranya diartikan dengan ’pendekatan’. Di dalam dunia pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan a way of beginning something ‘cara memulai sesuai’. Karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan cara memulai pembelajaran. 
Dalam pengertian yang lebih luas, pendekatan mengacu kepada seperangkat asumsi mengenai cara belajar-mengajar. Pendekatan merupakan titik tolak dalam memandang sesuatu, suatu filsafat atau keyakinan yang tidak selalu mudah membuktikannya. Jadi, pendekatan bersifat aksiomatis (Badudu 1996:17). Aksiomatis artinya bahwa kebenaran kebenaran teori-teori yang digunakan tidak dipersoalkan lagi. Pendekatan pembelajaran (teaching approach) adalah suatu ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanakan pengajaran suatu bidang studi/mata pelajaran yang memberi arah dan corak kepada metode pengajarannya dan didasarkan pada asumsi yang berkaitan.
2. Fungsi Pendekatan 
Fungsi pendekatan bagi suatu pengajaran adalah sebagai pedoman umum dan langsung bagi langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan. Sering dikatakan bahwa pendekatan melahirkan metode. Artinya, metode suatu bidang studi, ditentukan oleh pendekatan yang digunakan. Di samping itu, tidak jarang nama metode pembelajaran diambil dari nama pendekatannya. Sebagai contoh dalam pengajaran bahasa. Pendekatan SAS melahirkan metode SAS. Pendekatan langsung melahirkan metode langsung. Pendekatan komunikatif melahirkar metode komuniatif. 
Bila prinsip lahir dari teori-teori bidang-bidang yang relevan, pendekatan lahir dari asumsi terhadap bidang-bidang yang relevan pula. Misalnya, pendekatan pengajaran bahasa lahir dari asumsi-asumsi yang muncul terhadap bahasa sebagai bahan ajar, asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan belajar, dan asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan mengajar. Berdasarkan asumsi-asumsi itulah kemudian muncul pendekatan pengajaran yang dianggap cocok bagi asumsi-asumsi tersebut. Asumsi terhadap bahasa sebagai alat komunikasi dan bahwa belajar bahasa yang utama adalah melalui komunikasi, lahirlah pendekatan komunikatif.
3. Perbedaan Prinsip dan Pendekatan 
Supaya tidak salah pengertian antara prinsip pengajaran dengan pendekatan pengajaran, berikut ini disajikan beberapa perbedaan penting antara keduanya.
NO
PRINSIP
PENDEKATAN
1.
Lahir dari teori-teori
Lahir dari asumsi-asumsi
2.
Berperan sebagai kerangka teori metode pembelajaran.
Berperan sebagai ancangan atau pedoman langsung metode pembelajaran.
3.
Memberi pedoman kepada metode pem-belajaran dalam banyak hal, seperti bahan, siswa, guru, proses belajar mengajar.
Memberi pedoman kepada metode pem-belajaran terutama dalam hal proses belajar mengajar.
4.
Hubungannya dengan metode (penyusunan metode bersifat tak lagsung dalam bentuk saran).
Hubungannya dengan penyusunan metode bersifat langsung dan menentukan wujud metode. Metode lahir dari pendekatan.

4. Macam Pendekatan 
Pendekatan, seperti halnya prinsip, dibedakan menjadi 2, yaitu pendekatan umum dan pendekatan husus.
a. Pendekatan Umum yaitu pendekatan yang berlaku bagi semua bidang studi di suatu sekolah program. Contoh pendekatan umum yang ditetapkan kurikulum antara lain: 
1)    Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) 
Pengajaran ini mengutamakan keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. 
2)    Pendekatan Keterampilan Proses 
Pengajaran ini tidak hanya ditujukan untuk penguasaan tujuan, tetapi juga penguasaan keterampilan untuk mencapai tujuan tersebut (keterampilan proses).
3)    Pendekatan Spiral 
Pendekatan ini mengatur pengembangan materi yang dimulai dengan jumlah kecil yang terus meningkat. Dengan kata lain, dari materi dasar berkembang terus hingga materi lanjut. 
d. Pendekatan Tujuan 
Pengajarannya dimulai dengan penetapan tujuan, terutama tujuan-tujuan operasional. Berdasarkan tujuan-tujuan itulah ditentukan bahan, metode, teknik, dan sebagainya.
b. Pendekatan khusus, yaitu pendekatan yang berlaku untuk bidang studi tertentu, misalnya pendekatan khusus pembelajaran bahasa Inggris. Beberapa contoh pendekatan khusus yang pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa misalnya: 
a. pendekatan komunikatif, 
b. pendekatan struktural, 
c. pendekatan Iisan (ora!), 
d. pendekatan langsung, 
e. pendekatan tak langsung, 
f. pendekatan alamiah.

Prinsip Pembelajaran

Prinsip Pembelajaran 

1. Pengertian Prinsip Pembelajaran 
Prinsip dikatakan juga landasan. Prinsip pembelajaran menurut Larsen dan Freeman (1986 dalam Supani dkk. 1997/1998) adalah represent the theoretical framework of the method. Prinsip pembelajaran adalah kerangka teoretis sebuah metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi;
1)  bahan yang akan dibelajarkan,
2)  prosedur pembelajaran (bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajarkan bahan),
3) gurunya, dan
4) siswanya. 
Dengan demikian, prinsip pembelajaran bahasa adalah kerangka teoretis, petunjuk-petunjuk teoretis bagi penyusunan sebuah metode pembelajaran bahasa dalam hal : 
1)  pemilihan dan peyusunan bahan pembelajaran bahasa yang akan dibelajarkan; 
2)  pengaturan proses belajar mengajarnya: bagaimana mengajarkan dan mempelajarinya, hal-hal yang berhubungan dengan pendekatan, teknik, media, dan sebagainya; 
3)  guru yang akan mengajarkannya, persyaratan yang harus dimiliki, serta aktivitas yang harus dilaksanakan; 
4)  siswa yang mempelajarinya, berkenaan dengan aktivitasnya; dan 
5)  Hal-hal lain yang terlibat dalam proses belajar mengajar.
2. Sumber Prinsip Pembelajaran 
Prinsip pembelajaran bersumber pada teori-teori yang berkembang pada bidang yang relevan. Prinsip pembelajaran bahasa berarti bersumber pada teori-teori yang relevan dengan pembelajaran bahasa, seperti: 1) teori belajar, 2) teori belajar bahasa, 3) teori bahasa, dan 4) teori psikologi.
3. Fungsi Prinsip Pembelajaran 
Istilah fungsi berasal dari bahasa Inggris function yang memiliki banyak arti di antaranya: jabatan, kedudukan, kegiatan, dan sebagainya. Fungsi atau peran adalah jabatan, kedudukan, atau kegiatam. Jadi, prinsip pembelajaran bahasa berfungsi sebagai kerangka teori dan pedoman pelaksanaan bagi komponen-komponen pengajaran bahasa. Sebagai pedoman/kerangka teori, setiap butir prinsip pengajaran bahasa memberikan arah yang harus ditempuh dalam pelaksanaan pengajaran.
4. Macam-macam Prinsip Pembelajaran 
Prinsip pembelajaran dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu 1) prinsip umum dan 2) prinsip khusus (lihat Supani, dkk.1997/1998). 
a. Prinsip umum, yaitu prinsip pembelajaran yang dapat diberlakukan/berlaku untuk semua mata pelajaran di suatu sekolah/program pendidikan. Prinsip-prinsip umum pembelajaran di antaranya sebagai berikut. 
1) Prinsip motivasi, yaitu dalam belajar diperlukan motif-motif yang dapat mendorong siswa untuk belajar. Dengan prinsip ini, guru harus berperan sebagai motivator siswa dalam belajar. 
2) Prinsip belajar sambil bekerja/mengalami, yaitu dalam mempelajari sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan keterampilan haruslah melalui pengalaman langsung, seperti belajar menulis siswa harus menulis, belajar berpidato harus melalui praktik berpidato. 
3) Prinsip pemecahan masalah, yaitu dalam belajar siswa perlu dihadapkan pada situasi-situasi bermasalah dan guru membimbing siswa untuk memecahkannya. 
4) Prinsip perbedaan individual, yaitu setiap siswa memiliki perbedaan-perbedaan dalam berbagai hal, seperti intelegensi, watak, latar belakang keluarga, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Dengan demikian, guru dalam kegiatan pembelajaran dituntut memperhitungkan perbedaa-perbedaan itu.
b. Prinsip khusus, yaitu prinsip-prinsip pembelajaran yang hanya berlaku untuk satu mata pelajaran tertentu, seperti pembelajaran bahasa Inggris. Setiap mata pelajaran memiliki banyak prinsip khusus. Prinsip-prinsip khusus pembelajaran bahasa Inggris di antaranya sebagai berikut. 
1) Ajarkan bahasa, bukan tentang bahasa, yaitu pembelajaran bahasa merupakan aktivitas membina siswa mempergunakan bahasa sebagai alat komunikasi sebagai penutur bahasa. Artinya, siswa dilatih keterampilan berbahasa yang hanya dikuasai melalui praktik berbahasa. Jadi, pembelajaran bahasa merupakan kegiatan untuk menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus dilakukan melalui praktik menggunakan bahasa. Bukan sebaliknya, pembelajaran bahasa adalah aktivitas mempelajari teori atau pengetahuan tentang bahasa. 
2) Bahasa target bukan sekedar objek pembelajaran, tetapi juga wahana komunikasi dalam proses pembelajaran atau di kelas. Artinya, kegiatan pembelajaran tidak semata-mata ditujukan untuk mengenal dan menguasai bahasa target. Akan tetapi, proses pembelajaran harus menjadikan bahasa itu sebagai wahana dalam berkomunikasi, yaitu dengan menggunakan bahasa target dalam setiap kesempatan berkomunikasi tentang topik-topik di luar bahasa (pendekatan komunikatif). 
3) Sejauh mungkin gunakan bahasa otentik yang digunakan dalam konteks nyata sebagai sumber bahan ajar, seperti bahasa di surat kabar, bahasa nyata dalam kehidupan. 
4) Setiap bahasa memiliki sistem bahasanya sendiri. Untuk itu, dalam mempelajari bahasa kedua harus menjaga jangan sampai terjadi interferensi (pengaruh) bahasa pertamanya terhadap bahasa kedua yang dipelajari.

Jumat, 02 Maret 2012

Obat Insomnia

Obat Insomnia


Obat Insomnia

Insomnia adalah penyakit gangguan susah tidur atau mengalami suatu pengaruh dari dampak psikologi untuk kesulitan tidur,penyakit ini timbul biasanya dari usia menginjak remaja ke atas karena di masa seperti itu biasanya pemikiran yang baru mulai timbul dan bisa menjadi suatu pengaru pada psikologi seseorang. Pengobatan untuk insomnia biasanya memakai obat tidur karena dianggap sangat praktis tetapi pengobatan dengan memakain obat tidur dalam jangka waktu panjang justru akan menimbulkan masalah bagi pada penderira insomnia, nyakni kekebalan pada tubuh untuk penyakit insomnia. Seharusnya para penderita penyakit insomnia mencari solusi yang aman untuk pengobatanya dengan memperhitungkan kedepannya seperti pengobatan alternatif dan obat herbal yang tidak mengandung feksamping seperti pengobatan dengan herbal XAMthone Plus yang aman serta dapat memperbaiki sel tubuh yang lemah dan rusak lainnya.
Obat Insomnia herbal dengan XAMthone merupakan alternatif yang baik bagi penderita insomnia untuk pemeliharaan tubuh ataupun pengobatan penyakitnya, karen kandungan vitamin dan anti oksida didalam XAMthone Plus dapat menetralisir kelelahan yang terjadi pada otak.
Gangguan insomnia biasanya banyak terjadi di negara maju dan negara seperti di amesrika serikat bahakan suatu penelitian di negara amerika menurut survei 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.
Penyakit insomnia atau gangguan tidur terjadi dari gejala seperti berikut:
  1. Penggunaan alkohol yang berlebihan
  2. Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
  3. Bekerja pada malam hari atau Sering berubah-ubah jam kerja
  4. Efek samping obat (kadang-kadang).
UNTUK PEMESANAN XAMTHONE PLUS KLIK DISINI

Kamis, 23 Februari 2012

DAFTAR NILAI B.INGGRIS REGULER

Grade Nilai:
Range Nilai                      Grade            Keterangan
100 - 85                            A                    Lulus Baik
84 - 75                              B                    Lulus
74 - 65                              C                    Lulus Cukup
64 - 55                              D                    Tidak Lulus - Ujian perbaikan
54 - 0                                E                     Tidak Lulus - Mengulang





DAFTAR NILAI AKHIR MAHASISWA
SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2010/2011

MATA KULIAH        : BAHASA INGGRIS
DOSEN                      : HERLIN ANDRIYENI S.Pd, MM


NO
NAMA MAHASISWA
GRADE
1
AA NURDIANSYAH
A
2
ACEU HERMANSYAH
A
3
ADE JULIANSYAH
C
4
ADITYA SUHANDANI
C
5
AGUNG GUMILAR
E
6
AGUNG GUMILAR SAPUTRA
B
7
ALBAR ALBAR_
B
8
AMIRUL FIRMAN SYAH
B
9
ANDI FAUZI RAMDANI
B
10
ANDI KUSWANDI
A
11
ANDRIE PERMANA
B
12
ANEU SUKMAWATI
A
13
ANGGA ANDRIA LESMANA YUSUP
A
14
ANGGI KUSUMAH
A
15
ANISA WULANSARI
A
16
ANTO _
B
17
ANWAR SUPRIYADI
B
18
ARDIANSYAH KASRIAWAN
B
19
ARIF NURIANA
B
20
ARMAN MAULANA RAHMAT
B
21
ARYA AGUSTIANA MUHAROM
E
22
ASEP INDRA TAUFIK
B
23
ASEP RIDWAN
A
24
ASEP WIGUNA
B
25
ASEP YOGI ANDRESA
A
26
AYU BELLA
A
27
AZIZ YUSUF SIDIQ
B
28
AZMI RAMADHAN
D
29
BAYU DAMARWULAN
A
30
DADAN ISMAIL FAHMI
B
31
DANI RAMDANI
C
32
DANI SETIAWAN
C
33
DANIL FATHURROHMAN
B
34
DAVID SUSILO WIJAYA
B
35
DEA NURUL IKHSAN
B
36
DEDE BUDIYANTO
E
37
DEDE JAJAT
C
38
DENI ANDRIYANTO
C
39
DENI SETIAWAN
B
40
DERA DASMARA
A
41
DEWI NURMALA
B
42
DHIDA IBRAHIM G
E
43
DHIKA HARDHIKA
B
44
DIAN MULYANA RAMADHAN
E
45
DIAN NURDIANA
A
46
DIAR FAJRIL FIRDAUS
B
47
DIKDIK DIKDIK_
B
48
DIKI ADIWIGUNA
C
49
DILA ANNISA
A
50
DONI RAMDANI (D-3)
B
51
DONI RAMDANI (S-1/A)
A
52
EGI KUSDIAN
B
53
ELSA PERSA SOLINA
A
54
ELSYA WIDIA SUDARYANI
A
55
ENDAH NIRWANI YUSUF
B
56
ENJANG FATHONI
B
57
ERIS MAULANA
A
58
ERNA TRESNAWATI
A
59
ERNI ERNAYANTI
C
60
ERSIO SOARES KLAYER
E
61
EVA APRIANIS
A
62
EVI SELPIYANTI
A
63
FAIZ TSAIS HENDARWIN GANTINA
B
64
FEMY AKBAR MAULANA
B
65
FERI ANAPI
C
66
FIRMAN ABDUL AZIZ
A
67
GIAN CAHYA RAMDHANI
B
68
GIRI AJI WINARA
B
69
GURUH NUGRAHA
E
70
HADIAN ALKANI
A
71
HANI HANIFAH
A
72
HARY NUGRAHA
A
73
HIDAYAT _
B
74
HUSNI MUBAROK
A
75
IIN SOLIHIN ILHAM
B
76
ILHAM MAULANA
B
77
IMA DAROSAH
B
78
INDHI YARTI
B
79
IQBAL FAUZI
C
80
IRFAN FAUZI
B
81
IRMA RATNASARI NURHASANAH
C
82
IRWAN NURJAMAN
C
83
JAJANG NURJAMAN
C
84
JALALUDIN _
C
85
JANUAR SIDIK HANAFI
E
86
JULIAO FRANCISCO FREITAS
E
87
KAMALUDIN KHOIR
A
88
LETI NURLATIFAH
A
89
LIA MADINATUL RIZQI
A
90
LIA YULIANA
B
91
LINDA LINDIANI
C
92
LUCKY NUGRAHA
A
93
LUKMAN HAKIM
E
94
M. IDRIS SATRIYO NUGROHO
B
95
MARGA MUHYI FALAH
B
96
MARYAM _
B
97
MARZUKI ISMAIL
C
98
MISBAH SETIAWAN
B
99
MOCH. SUGIH MAULANA
A
100
MUHAMAD RAMDAN EKA N.
B
101
MUHAMAD RIAN FADILAH
B
102
MUHAMAD SAEPUL ULUM
B
103
MUHAMAD TUNGGA DIPRAJA
A
104
MUHAMMAD BUDIANSYAH H
B
105
MUHAMMAD RAFI HERYADI
A
106
NABILA KANIA RAHMAN
E
107
NANDI PURNAMA
C
108
NELIS WIJAYANTI
B
109
NENDI RISNANDI
C
110
NIA KURNIATI
B
111
NIZAR YULIANSYAH
E
112
NOVY ARYANTI
A
113
NURMAEMUNAH _
B
114
PANJI DWI KARTIKO
E
115
PATHON SEFTIANA
B
116
PERMADI AGUNG NUROHMAN
B
117
PIAN LUTPIANA
B
118
PRIANA YOSHEPA SEPTIANA
A
119
PUJI HENDRA HERYANTO
A
120
PUJI LESTARI
B
121
RAHMAT HIDAYAT
A
122
RAISMAN _
A
123
REPI FIQRI HAIKAL
E
124
REZA AGUSTIAN
B
125
RIAN HARDIANTO
C
126
RIDWAN MAULANA HAKIM
C
127
RIFKI AGUNG KUSUMA PUTRA
A
128
RIFKI RAHARDIAN NUGRAHA
A
129
RIKA ANGGRAENI
B
130
RINA FITRIANA
A
131
RINA ROSTIANA
A
132
RINALDI RINALDI_
B
133
RISMAN ALI NURDIN
A
134
RIZKIA DWI NANDA
B
135
RONNY FAUZY
A
136
ROVALDO RIDWAN
A
137
RULLY MARLYANI AGUSTINA
A
138
RUSTIN KANIA DEWI
B
139
SAEPUL ANWAR
B
140
SAEPUL MUBAROK
B
141
SANDI RAMDANI
B
142
SANI BADRU ZAMAN
E
143
SETIAWAN SETIAWAN_
B
144
SANSAN GUSDIAWAN
D
145
SETRI WULANDARI
B
146
SRI FITRYA KAMELLIA
A
147
SRI RAHMAWATI
A
148
SULTON KARIM
A
149
TANTAN AHMAD
C
150
TATI SUSILAWATI
B
151
TEDI SETIADI
E
152
TIAR NUGRAHA
B
153
TIRANI NOOR ARINI
B
154
UJANG FALAH PUNAMA
C
155
WHIESA RAMADHAN
C
156
WILLY FIRMAN FIRDAUS
C
157
WIVIA REVIANTI
A
158
YAN PERMANA
A
159
YANYAN HERYANA
B
160
YOGI ARIFIN
C
161
YOGI YAHYA
C
162
YONA NUGRAHA
B
163
YULI NURFITRIA
A
164
YULIA ULFAH
B
165
YULIANI ANISA MAYASARI
A
166
YUSUF BAHTIAR
E
167
ZALALUDIN RAHMAT
E